Teguran di pagi hari.
Pagi ini merupakan pagi yang berkesan buat saya. Berusaha untuk bangun lebih pagi, karena My Bos meminta meeting dimulai pagi hari, tepat pukul 8.00. Huffh.. untungnya saya punya sisa voucher yang dulu tidak saya gunakan. Lumayanlah.. Berangkat 7.05, dan tepatnya 7.35 saya sudah tiba di kantor. Suasana kantor masih lengang, saya hanya menemui 3 orang teman saja, ketika melewati ruangan Bos..upss ternyata dia sudah tiba.
Sang Bos memanggil Pak Udin(office boy di divisi Training & Dev), dia menanyakan ruangan tempat kami meeting. Ternyata.. ruangannya belum siap. Tentunya ini sudah membuat kemarahan buat Bos saya. Berusaha tidak memperdulikan kejadian itu, saya bersembunyi di kubilkal saja.(hehe.. pastinya karena ga mau merusak mood di pagi hari..). Dan ternyata…
BOS : “ YENNY !!, TELEPON PAK ANTONI!! SAYA TIDAK MAU TAHU, JAM 8.15
RUANGAN BISA DIPAKAI!!
Me : “mm.. iya Pak..” (sambil mengutuki diri,, oh.. kenapa malah saya yang disuruh..truss..
perintah itu artinya apa sih.. ambigu banget..banyak pertanyaan muncul di kepala
saya.. pertama.. Siapakah Pak Antoni itu?.. kedua maksud dari perintahnya itu kok
bermakna ganda, makna pertama ruangan yang akan di pinjam dipakai mulai jam
8.15, makna yang kedua ruangan yang akan di pinjam digunakan sampai jam 8.15, itu
baru pertanyaan yang kedua, pertanyaan yang ketiga.. ruangan manakah yang akan
dipakai?.. ya Tuhan.. bantu aku.. pagi2 ko sudah jadi korban ketidakjelasan gini..but..
Ayo Yenny !! bertindak…!!)
Dengan langkah yang berat saya memulai untuk berjalan menuju admin support, karena disitulah tempat strategis untuk memulai suatu action.. hehe..
Step 1.
Pak Udin berjalan melewati meja admin support, dan saya bertanya, “ Pak Udin, Pak Antoni itu siapa yah ?”, lalu Pak Udin berkata “ Oh, itu bagian GS (General Service Support), Mbak Yenny..”. Kemudian saya bertanya lagi padanya, “ Pak, sebenernya ruangan yang diminta sama Bos itu ruangan yang mana ?” dia menjawab, “Ruangan di atas itu loh Mba Yenny, ruangan A aja yang kosong hari ini..”.
Step 2 .
Berdasarkan informasi dari Pak Udin, sudah mulai bisa terangkai apa sebetulnya keinginan Bos. (hehehe.. kadang2 suka pengen punya six sense juga, biar tau apa isi hati seseorang, tapi untuk saat ini saja, karena menurut saya hidup itu lebih indah bila segala sesuatu yang akan terjadi tetap menjadi sebuah rahasia sampai waktu saja yang menjawabnya.. halah..halah..back to topic…). Langkah yang kedua ini harus memastikan jam berapa meeting ini dimulai. Ada 2 alternatif, jam 8.15 dimulai, atau jam 8.15 meeting selesai. Informasi ini hanya bisa saya dapatkan hanya dari Bos saja. Saya membalikkan badan melihat raut wajahnya, dan ternyata masih ada aura kemarahannya. Berusaha memberanikan diri saya datang ke ruangannya dan bertanya, “ Pak, ruangannya itu mau dipakai jam berapa…”, belum selesai saya bertanya dia
langsung memotong, “ Pokoknya bilang!! Saya pakai ruangan itu, dan jam 8.15 kita semua sudah keluar dari ruangan itu !!”. “ Oke, makasih Pak.” saya menjawab. Kesimpulannya, meeting dimulai jam 8.00, dan berakhir 8.15.
Step 3.
Langkah selanjutnya adalah menelepon Pak Antonie. Dengan seksama saya melihat daftar ekstension di meja admin itu. Akhirnya saya menelepon ke ekstension tersebut dan ternyata teleponnya belum bisa digunakan karena jam kerja belum dimulai. Saya menyadari, memang jam kantor baru dimulai pukul 8.00, dan saya rasa saat itu belum jam 8.00. Berarti sebaiknya saya menghubungi beliau ke HP-nya saja. Beruntungnya ada seorang teman yang mengetahui nomor HP-nya, tapi ketika saya hubungi ternyata nomor tersebut tidak bisa tersambung. Karena saya bertekad tidak bertanya lagi pada Bos. Dengan nekad saya langsung menghubungi Head GS saja, Bapak James ke HP-nya, dan ternyata dia sudah hampir sampai ke ruangannya. Saya langsung mengutarakan maksud untuk meminjam ruangan dan bla..bla..bla, dan dia pun
menyetujuinya.
Step 4.
Bersyukur, hehe, karena sudah berhasil menaklukan tantangan yang diberikan Bos, yang diberikan dengan penuh tekanan. (haha.. berlebihan..tapi sebenarnya dia memang baik, hanya saja memiliki masalah dikomunikasi, sehingga untuk masalah yang sesepele ini pun, banyak pihak yang merasa tertekan. Kadang-kadang perintahnya itu ajaib dan sulit dimengerti, sehingga seringkali kita harus menerjemahkannya dengan bahasa kalbu..haha).Segera saya berlari ke lantai atas, melihat ke ruangan meeting, memastikan semua equpimentnya sudah lengkap. Ini adalah berkat yang pertama.
Kemudian, tepat jam 8.00, seluruh trainer menuju ke ruangan meeting. Sebenarnya saya juga bingung, meeting jenis apa yang bisa dibagikan dalam tempo 15 menit, but whateverlah..
Bos : “ SELAMAT PAGI!! “
Trainer : “ PAGI !!!”
Bos : “ APA KABAR ?!!!”
Trainer : “ LUAR BIASA, FANTASTIS, ANTUSIAS, YES!!!, YES!!!, YES!!!”
Bos : “ Meeting hari ini kita buat santai saja, tidak perlu ada notulen meeting,,”, “ Saya
disini hanya ingin menyampaikan bahwa ada seseorang yang sudah lama bersama- sama dengan kita, dia sudah memberikan effort yang sanagt baik untuk divisi kita
ini, goal seeting yang dia miliki selalu diatas rata-rata. Saat ini dia akan pergi, untuk
menghadapi tantangan yang lebih besar lagi di lautan yang lebih luas lagi. Teman
kita IKIT MASTIKA, akan pindah divisi ke BAD COMMONWEALTH, untuk berada
di posisi DEPUTY ACCOUNT MANAGER. Selamat untuk IKIT!!”
Setelah itu semua trainer memberikan ucapan selamat, dan kebetulan hari ini dia juga berulangtahun. Salut untuk IKIT, dan sukses selalu.
Saya terdiam, banyak yang terbersit di pikiran dan perasaan. Pertama saya membayangkan profilenya. Ikit, seorang wanita muda yang usianya sama dengan saya, sejak kecil dia selalu berpindah-pindah sekolah, dia kuliah S-1 di UPH(Karawaci), S-2 di MM-UI, kemudian pengalaman bekerja pertama di AXA Mandiri sebagai marketing, kemudian di Ernst n Young sebagai Audit, lalu pidah ke AIG Life sebagai Trainer selama 2 tahun(1 tahun berstatus kontrak, setelah itu permanent staff selama 1 tahun). Prestasi yang dicapai di divisi Training cukup banyak. Kesan saya yang terdalam tentang dia adalah ketika banyak keluhan mengenai
pekerjaan di divisi Training ini dia tetap memberikan yang terbaik. Dia berkata bahwa mengeluh itu manusiawi, akan tetapi memberikan yang terbaik itu adalah suatu keharusan. Kesan yang kedua, Ikit adalah orang yang loyal.
Bercermin pada profile dan karakternya, saya merasa ditegur. Semenjak saya bergabung di divisi ini 10 September 2007, secara jujur saya mengatakan seringkali saya tidak bersyukur. Meskipun saya berusaha untuk tidak mengekpresikannya, tapi perasaan itu ada di hati terdalam. Pertama karena offering salary yang diberikan tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Yang kedua karena kondisi persaingan para trainer yang menurut saya seringkali tidak saling men-support. Seringkali beberapa trainer saling menjatuhkan, dan saya pun pernah mengalami langsung. Ketiga, sebetulnya saya seringkali tidak percaya diri juga untuk mengungkapkan pendapat, karena background pendidikan saya juga tidak sehebat teman-teman trainer lain.
Pagi ini saya mendapat teguran dan pelajaran bahwa semua trainer di tempat ini punya peluang untuk maju, meskipun semuanya tampak berjalan begitu lambat tapi progress-nya itu ada. Seharusnya saya memberikan yang terbaik saja. Sesungguhnya divisi ini adalah ajanng untuk belajar sebanyak-banyaknya, baik itu belajar berinteraksi, bersinergi, mengeliminasi konflik2, untuk menjadi seorang Pribadi yang lebih berpotensi dan berintegritas. Dulu saya sering belajar untuk memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan, karena saya memulai pekerjaan dari pekerjaan yang biasa-biasa saja. Setiap step saya lalui dengan pelajaran2 yang baru. Tapi, di perkerjaan saat ini saya memulai dengan rasa syukur yang tidak tulus. Sehingga meskipun ini pekerjaan yang terbaik dari beberapa pekerjaan sebelumnya, akan tetapi menjadi kurang
efektif karena saya tidak bersyukur. Mulai hari ini saya mau bersyukur untuk pekerjaan ini, dan ini lebih tulus keluar dari hati.
Give thanks for My Almighty Lord, I know that U always teach me for every step in my life.. n I will always learn… Terkadang kita lama untuk memahami sesuatu, karena kita sendiri yang mengeraskan hati terlalu lama.. Tapi, meskipun demikian Tuhan setia untuk mengajari kita..
Thanks.. for read this article, Have a great day!!!
Keep Learn !!!
Halah..halah…
ReplyDeletePas dulu lo bilang “Gw udah bikin posting, tapi gw nggak mau semua orang baca. Gw maunya cuma orang-orang tertentu aja yang bisa baca”, gw pikir lo menulis sesuatu yang akan menggegerkan jagat raya BATC. Ternyata…
Yen, posting lo bagus kok. Kalo dibaca sama Ikit pun ya sutralah. Tokh you think she deserve that kan?
Niwey, kenapa ya semua blog teman2 BATC kita diawali dengan cerita tentang si boss? Liat aja Mba Rika, Bang Vicoy, dan terakhir…elu. Ckckck..si boss beken nih di dunia maya, hehe…
halah.........koq pada ngrasani yak???
ReplyDeletehe..he..he...
donny