Pages

Thursday, June 17, 2010

LM versus CT

Video AR dan Wanita-wanitanya

Pemberitaan mengenai video “mesum” yang menunjukkan perilaku Ariel dan beberapa wanita dalam beberapa hari ini cukup merebak. Twitter, Facebook, Kaskus, Friendster, Blogger, Wordpresser(hihihi, maksa) dan berbagai situs social/jejaring lainnya membahas tentang itu. Bahkan videonya pun menyebar secara sporadis(halah..hehe). Di kantor, kampus-kampus, dan tempat umum lainnya mungkin saling men-share filenya. Setelah itu marak lagi gosip mengenai issue rumah tangga Cut Tari lah, yang katanya suaminya Homo, terus dibumbuilah dengan berita bahwa suami Cut Tari yang Nan Tampan itu ternyata homonya sama Teuku Rafli(dulu mantan suami Tamara Blezenky) yang notabene adalah sepupu dari Cut Tari sendiri. Ditambah lagi ada issue mengenai Andhara Early yang selingkuh sama Ariel karena alasan yang sama (suaminya homo), dan ternyata anaknya Andhara Early juga anaknya Ariel, dll,dll,dll, yang saya pun sampai cape sensdiri mendengarnya. Nah, ternyata begitu dapat gosip separah itu saya jadi miris sendiri. Tambah emosi lagi ketika dapat update mengenai Farhat Abbas dengan segala ’kesuciannya’ melaporkan akan menuntut para penyebar videonya dan pelaku yang ada di video tersebut. Fiuhhhh... cape kan lo kalo jadi SBY.






Nurani Berbicara

Honestly setelah mendengar gosip dan video serumit itu, speechless deh diawal. Banyak pemikiran bermunculan di benak yang merupakan reaksi dari aksi itu.

 
Ibaratnya saya menjadi LM, saat ini dia masih single dengan segala permasalahan dan tanggung jawab hidup serta prestise eklusif yang harus dia tanggung saat ini. Beredarnya video itu, andai pun benar, itu adalah sangat personal dan tidak untuk konsumsi umum, dan dia melakukan itu bersama orang yang dikasihinya, even dia tidak tau apakah kekasihnya mencintai dia tulus atau tidak. Terpukul sekali LM ketika harus menghadapi ini, belum lagi tanggung jawabnya dia di pekerjaan, dimana dia harus mempertahankan image dari sebuah branding. Sementara setelah video LM & A keluar, dibombardir lagi dengan keluarnya versi CT & A. Sangat manusiawi sekali kalau ini dikategorikan badai hidup buatnya. Belum lagi masalah kehidupan dia lainnya.

 
Ibaratnya saya menjadi CT pun, saat ini dia pasti shock juga. Terpaan gosip miring mengenai suaminya dan kalaupun itu memang benar pasti itu sangat berat buat dia. Belum mengenai video itu, dimana kalaupun itu sejalan dengan alasannya karena suaminya aneh, itu adalah sangat private. Siapa yang tau beban hidupnya berat. Media dan Hukuman Publik terkadang tidak mentoleransi kekurangan seseorang.


Kalau dilihat dari sudut pandang AR, saya berhak marah karena koleksi pribadinya di share karena keteledoran hilangnya laptop. Dia mungkin akan melakukan pembelaan sendiri. Apa bedanya dia dengan orang-orang yang sering ’jajan” juga even itu sudah status single atau double. Masalahnya kan para pria yang suka jajan itu tidak terkenal dan tidak pakai video. Kalau para psikologi menganalisa kalau dia memiliki kelainan seksual karena sering ganti pasangan seks, berarti banyak dong di dunia ini laki-laki yang kelainan seks. Fiuhhh... rumit kan... Meskipun saya pribadi tidak bisa bertoleransi dengan kebiasaan ”jajan” ini.


Saat ini mulai dari anggota DPR lah, Menkominfolah, Pelindung Hak Asasi Anaklah, LSM lah, Pakar telematika lah, semuanya serba menyudutkan para pelaku. Mungkin mereka miris sendiri terhadap perilaku seseorang yang merupakan publik figure untuk anak muda Indonesia. Sebetulnya tidak ada yang salah dengan kegiatan ’melindungi’ generasi masa depan bangsa ini. Hanya saja, akan lebih miris kalau mereka yang saat ini ’berkoar-koar’ itu, nantinya akan keluar juga video ’mesum’ versi mereka yang ’suci’ itu. Nah.. betulkan soal integritas malah jadi di uji. Masih jelas teringat video ”maria eva” dengan salah satu wakil rakyat kita yang komisinya identik dengan ’kesucian’, yakni mengurus hal2 yang berbau agama.


Menurut saya juga, semua orang dari agama apapun tahu mengenai hubungan sex di luar nikah, dan mereka pun tahu itu tidak diperbolehkan. Namun bertanggungjawab sama agama dan prinsip masing-masing, itu adalah tanggungjawab seseorang. Tidak perlu terlalu di dakwa. Karena saya terlalu percaya bahwa setiap orang memiliki hati nurani dan itu selalu bicara, even dalam hati orang tersadis sekalipun. Selain itu, yang namanya risiko dari setiap perbuatan juga pasti ada. Siapa bilang orang yang berbuat salah itu hatinya tenang dan adem-adem saja. Orang berhubungan seksual ada kemungkinan hamil (kemungkinan itu bisa jadi berkat, bisa jadi risiko). Orang yang mengikuti pergaulan hedonis memiliki kemungkinan ’banyak teman’ dan dianggap kalangan ’socialite’ (kemungkinan itu bisa jadi kelebihan kita, semisal memperbanyak rekan bisnis, bisa jadi kelemahan, misalnya menjerumuskan kita ke gaya hidup matrealis dan keretakan rumah tangga, atau pergaulan asusila, semisal bertukar pasangan, lesbi, homo, dll. Hidup itu pilihan dan setiap pilihan punya risiko. Namun, kembali lagi teringat prinsip suami saya ”people change”, seseorang bisa berubah kapan saja. Dan.. setiap orang berhak untuk berubah ke arah yang lebih baik, dan harus kita dukung.

 
Setiap orang, tanpa terkecuali akan terus di perhadapkan pada godaan-godaan hidup yang berpotensi menghancurkan hidupnya, so menurutku jangan ada yang coba-coba bermegah/sombong soal itu. Godaan prostitusi, godaan kekuasaan, godaan korupsi, godaan menjatuhkan orang, godaan menghancurkan orang lain, godaan seksual, dan godaan-godaan dashyat lainnya siap menghadap di depan mata.

 
So, kita ini ternyata cuman manusia lemah yang seringkali takabur memandang segala sesuatu. Kita terlalu sering menghakimi dan menunjuk kesalahan orang lain. Banyak lemahnya tapi tunjuk-tunjuk salahnya orang lain. Sebaiknya kita berjaga dan memperbanyak doa, dan memperbanyak syukur. Meminta hikmat untuk memandang sesuatu dengan cara pandang yang yang objektif(padahal kecenderungannya subjektif).


Kegantengan, Kecantikan, Keglamouran, Gaya Hidup High Class, versus Kebahagiaan

Bertemu dengan pria ganteng, glamour, dan terlihat seperti mapan dan necis dan kita suka, itu tidak salah. Lumrah lah, toh aku ketemu dengan Arie Wibowo juga pasti klepek-klepek. Namun kalau mereka akan kita jadikan sebagai pasangan hidup, ada lagi pertimbangan lain yang harus kita pikirkan, semisal karakternya, visinya, keluarganya, tingkat egonya, kenyamanan kita, dan faktor finansialnya. Seorang wanita mempertimbangkan sisi finansial seorang pria itu sangatlah wajar, namun proporsinya harus jelas, karena sisi finansial bukanlah segalanya.

 
Bertemu dengan wanita secantik Luna Maya atau Jullia Esttelle, atau seseksi Farah Quinn dan Sarah Azhari, atau sesensasional Dewi Persik, atau se-talkative Tika Panggabean atau setajir Ivanka Trumph itu tidak salah salah untuk jatuh cinta. Just Normal. Namun, kembali lagi, kalau mau dijadikan pasangan hidup, tidak bisa faktor yang disebut ’given’ tadi dijadikan acuan. Another fact harus jadi pertimbangan seperti karakter, sifat keibuan, gaya humornya, kemampuan mengelola uang, egoistisnya, dll.


Gaya hidup glamour, hedon, hanya menggambarkan strata dan kelas hidup seseorang saja. Tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan seseorang. Kebahagiaan seseroang tidak ditentukan dengan sesuatu yang ’given’. Gaya hidup dan pergaulan seperti itu bukan persoalan salah atau benarnya. Hanya sebuah pilihan saja. Buktinya waktu kemaren saya vacation bersama suami. Melewati Musro(sebuah club di daerah Kuta), saya tertarik untuk clubbing di sana dengan alasan clubbing disana musicnya asyik dan keren, di dalamnya saya bisa menikmati segelas wine, dan dance bersama suami saya, dan hanya dengan menggunakan dress simple n seksi n cheapest,pake sendal teplek, menikmati suasananya, dan tertawa bersama suami. Clubbing di sana tidak seperti di Jakarta yang sarat dengan strata sosial seseorang, musti pake baju bermerklah, higheels lah, and another things that can mark u was at one class dan yang paling penting menurut gw MAHAALLLL.


So, semuanya pilihan... Ganteng, cantik, glamour, high class, tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan.

Kebahagiaan semua orang tau relevansinya sama apa... harus diusahakan, dijaga, dan dinikmati...


Dampak cerita LunMay versus CutTar

Nah, sekarang kira-kira apa yang menjadi dampak beredarnya video dan issue-issue aneh itu ? Yah, kalo para orang dewasa sudah bisa mengambil sikap mana yang harus di ambil hikmahnya mana yang tidak perlu di tiru. Bahayanya kalo itu merebak di kalangan remaja yang masih mencari jati diri dan labil. Mereka punya kecenderungan untuk meniru, secara yang mereka lihat adalah publik figure. Meniru gaya hidup bebas, meniru gaya hidup hedon, dan bahaya kalo ,mereka berpikir kalau mereka melakukan itu semua dianggapnya ’cool’. Padahal ’cool’ dari mananya. Masa depan para remaja jadi tergadaikan karena sesuatu yang bersifat ’temporary cool’ tersebut mereka anggap tidak ada risiko.

 
So, para dewasaers yang punya ade2 yang remaja, this time to care them. Yakinkan kalau menjaga hidup pada masa muda segalanya lebih manis dan indah. Remaja yang tahan tantangan pada waktu muda akan tetap jadi orang yang beruntung koq. Tapi bukan berarti yang sudah terlanjur memiliki pengertian yang salah pun lantas tak punya masa depan. DIA koq yang menilai dan menentukan. Yang saya tahu DIA merancangkan segala sesuatu yang terbaik untuk hidup setiap orang tanpa terkecuali.


Yap, semuanya semata karena KASIH KARUNIANYA.















No comments:

Post a Comment