Pages

Sunday, March 20, 2011

Career Review

Finally, punya "me time" juga setelah beberapa minggu ini disibukkan dengan big family time, carreer life, dede time, papah time, wifey time, and bla bli blu bla blu... Bisa blogwalking malem gini, makan coklat, minum teh kotak dingin, ditemenin dvdnya David Foster n friends, kan top banget. Pasang AC 16 derajat tanpa digangguin abang yang sibuk nyelimutin (supaya baby-nya ga kedinginan katanya), rasanya tenang dan damai sejahtera. Gw biarin aja dia sibuk dengan PS3nya di luar kamar, tentunya menikmati "me time"-nya juga lah, mumpuni libur sampai weekend. "Dede dalem perut mama, bobo aja duluan yah, mama mau bebas dulu malam ini, mau nemenin juga gapapa, tapi jangan tendang-tendang dulu yah" *dug dug.. tendangannya melesat tanda persetujuan* (hihi.. ge-er).

Carreer life
Masih jelas teringat jelas banget, 9 Agustus 2010 join di perusahaan baru, posisi baru, expect new opportunity, new challenge, new acceleration increase my grade di new multinational company, dengan tugas yang sudah sangat jelas adalah untuk "agent of change" (inget banget petuah yang di kasih pas waktu interview), dengan kesempatan dapet abroad training segala untuk ngimbangin gap yang ada di perusahaan baru dengan perusahaan pengakuisisinya daaaannn eng ing eng... 3 days after join my test pack was showed two red bar, mantafffss.. Seneng iya, bingung iya, kikuk iya, cemas iya, khawatir iya, banget malah, tiba-tiba ambisi-ambisi luntur dalam sekejap. Gimana mau akselerasi atau mo tunjukin best performance, yang terbayang gw mual-mual, muntah, bad mood mulu, emosional, and soon, and so on, and soon, oh my gosh. Gw liat abang juga wajahnya bingung, hehe(padahal tiap liat test pack negatif sebelum-sebelumnya selalu kecewa dia, aneehhh). Endingnya, both of us prayed to God, with worried heart. 

Daannn yang terjadi selama probation gw adalah :
  1. Gw sangat emosional, mudah nangis(ini sih memang bawaan orok), sensitif di kantor, sensitif di rumah, sensitif sama temen-temen juga, sensiii abis..
  2. Gw sangat boros, gaji memang naik dengan sangat signifikan, tapi gw ga pengen masak/belanja apapun untuk menghemat, makan diluar cari makanan enak dengan asumsi gw harus mencukupi kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Makanan enak, bersih dan sehat di sekitar kebun jeruk at least 20-30rb sekali makan, dikali 2 orang, dikali 3 kali makan, dikali 30 hari sebulan. Di rumah, gw ga mau pegang kerjaan apapun, karena berasa capek kerja di kantor dalam kondisi hamil. Trus makanan cemilan, buah-buahan, juice, ice cream, susu, kacang hijau, biaya kontrol dokter, and banyak biaya entertain lainnya nambah juga dengan signifikan. Dan yang pasti, berhubung di awal kehamilan juga masih rawan kalau harus naik motor bareng abang, dia menyarankan untuk naik taksi tiap hari PP, kebun jeruk - cempaka putih, which is itu jauh dan macet... :(( 
  3. Gw terlibat konflik sama atasan gw langsung(mungkin pengaruh sensi juga). Mungkin ini adalah the worst conflict i ever faced. Parah, ga bisa akur selama probation, entah kenapa ko gw emosional abis dan sangat tidak bisa mengerti beliau. Gw ngerasa direkrut sama perusahaan pengakuisisi, dan dipekerjakan di perusahaan yang diakuisisi untuk mengurangi corporate gap yang ada. Line Manager gw langsung itu berasal dari perusahaan yg diakuisisi, dimana menurut gw profilenya not as a good mentor/leader. Profilenya opportunis, bad analysis, tipe-tipe negative influence, bad planner, gossiper pula, dan, sangat subjective, hadoohh, Yenny nemu boss begini, yang ada waktu itu gw sangat stubborn. Tiap gw pulang kerumah yang selalu gw omongin adalah dia, waww.. Abang udah nyuruh resign aja, tapi aku berkeras mau menunjukkan best performance untuk mengalahkan dia. Untuk buktiin kalo gw orang yang lebih baik dari dia, entah kenapa.. hemmhh, padahal capek banget loh dengan kondisi yang selalu marah dan emosional seperti itu. Gw sering ngelawan, adu mulut, dan selalu melangkahi dia dalam hal report sesuatu ke countersign di atasnya, bahkan pernah melangkahi dia untuk report ke seorang direktur, fiuhhh.. gw juga bingung sama diri gw sendiri saat itu. Gw berdoa, berharap bisa akur, tapi tetap saja dalam hati tidak terlalu mau untuk instant dalam merubah sesuatu yang sebenarnya hati juga tidak siap untuk akur, hihi.. *biarkan batin berbaikan dengan sendirinya, segala sesuatu yang premature tidak terlalu baik*
  4. Boss gw profilenya Influence, sehingga dia bisa dengan mudah untuk mempengaruhi orang lain. Alhasil, gw dapat bad image juga dari yang lainnya. Tapi saat itu gw ga terlalu memikirkan itu, berusaha tetep fokus sama kerja saja.
  5. Pekerjaan gw mostly administratif yang mana tidak terlihat added valuenya, tidak membuat plan/project tertentu, tidak mempelajari suatu materi baru. Administrasi merupakan hal yang sukar diukur keberhasilan dan improvementnya. Hanya kecepatan mengetik, mengangkat telepon, membuat report sana-sini tanpa analisa, sibuk, wasting time, no improvement, no added value. No experience juga menurut gw bisa tuh ngerjain hal begitu. 
  6. Hasil appraisal gw : Merah di semua lini (hancoorr minah), performance merah, attitude merah, punctual merah, everything was in red area. Hikksss.. (secara selama gw pernah appraisal, cuman sekali dapat nilai standard, semua outstanding even itu ngga ngaruh juga sama bonus gw di perusahaan lampau). Gw cuma bisa berjalan lunglai setelah mengetahui semua itu dilakukan tanpa discuss dengan gw, tanpa tedeng aling-aling, semua di perlihatkan di sebuah hari dimana gw dimarahi habis2an dengan rusian style yang ngga beradab dalam kondisi gw hamil. Melangkah gontai menuju toilet, air mata udah ngga terbendung lagi. Setelah itu, selama dua hari, saya hanya terdiam saja, membiarkan hati dengan sendirinya menata dan memahami saja. Hari itu sudah lebih dari 9 November, hari dimana status probation gw seharusnya diperjelas. 
  7. Lucky me, i asked my HR, they told that i had 6 days year leave. I booked for Christmas and New Year leave.
Gw memperlambat ritme segalanya, tidak terlalu banyak bercakap dengan officemate lainnya. Gw lebih banyak mengelus perut saja, menikmati kebersamaan dengan dede kecil. Gw berpikir, bargaining power dalam maternity condition pasti tidak terlalu tinggi, selain itu gw bertahan untuk dapat free maternity facility aja, mulai dari biaya check up bulanan yang sebentar lagi jadi 2 mingguan, trus biaya labor yang free, kan enak even gw normal/c-section. Sampai suatu waktu, ketika gw sedang melakukan suatu pekerjaan Boss Rusia gw manggil. masih terbayang bagaimana dia memarahi saya sambil menggebrak meja, menunjuk mata gw semena-mena, seakan tidak ada part yang baik dari pekerjaan gw.
    Masuk ruangannya dengan pasrah dan dia menyerahkan selembar surat dihadapan gw, pengangkatan permanent staff. Mata gw bingung, and as profesional asked for my apologize. Hemmhh, She told it slowly, and i can't say anything. Something different start working inside my heart at that time, something that i can't control, everything going better. Yup, gw nemu insight yang bikin gw terbengong-bengong juga tentang diri gw. Gw selalu ngandelin diri sendiri, nganggep diri outstanding, but He always work in creative n unpredictable way, to suprise me, teach me, to understand what He want for me. I just reliaze, this company upgrade my status not because what i ever done, but just by His grace.

    Lucky me, per December 2010, my Rusian boss changed our division structure. I had new responsibility to organized all things in commercial/corporate banking area and i reported all things direct to her, my Rusian boss. I felt so glad. New experience, new responsibility, new boss, new peers, new partners. Everything going better. She asked me do several project, and the big one is to standardized our lending curiculum. She gave me a big part for may self to create several idea that will be implemented in my big project.Then it was the time to enjoyed my yearly leave. i really enjoyed every single day when that leave day goes by. Everyday i went from mall to mall, just only thinked about my baby's stuff.

    Start January 2011, i do everything that i loved in my new job area. I just put my focus in commercial bangking, and i decided to learned about risk, credit, collateral, maketing, and development area. My relationship between my ex boss and me was going better, because we had separate area responsibility. Per last March i received my first bonus ( thank God, i never thinking about it before ). Per next April i get new increament salary. Speechlees.

    For my career, i just do my best. Just remember our pray in the middle night open new year 2011, my husband told that i will lead one of department (i just say 'amin'), i did'nt now what he means, yup i just do my best.

    Gw pernah jadi anak part time, pernah kerja yang sesuai dengan jurusan gw dan dipecat, pernah kerja yang nyebar2in flyer/brosur di mall/tempat lari pagi untuk dapetin nasabah, pernah kerja di asuransi sebagai sales yang kadang dicibir orang, selanjutnya gw jadi pengajar disebuah perusahaan asuransi yang mungkin kata orang ga bonafid. Tapi gw bukan orang yang gampang nyerah, bukan juga orang yang suka cara kerja yang standar, gw juga suka belajar hal baru, itu aja yang akan selalu gw pegang dimanapun gw bekerja.

    No comments:

    Post a Comment