Pages

Saturday, October 22, 2011

Named It : Passion

Chat with my bestie
Hill : Buuuu
Me : Yupp
Hill : Doain gw yah, tanggal  1 Nov restoran mantan boss gw buka, so gw mulai kerja tuh..
Me : Ok, don't mind... everything need some process.. just enjoy and being open sob!!
Hill : Dukung gw yah.. 
Me : Semangat !!! Lo butuh kerja untuk diri lo sendiri, buat develop kemampuan lo, bukan hanya sekedar uang kan ?
Hill : Iya, gw mo menyalurkan kebisaan gw, mau cari tambahan buat masa depan anak gw.
Me : Semangat ya Bun, hugs

Another chat, with another bestie :)
Her : Yen, status BB lo, kangen banget yah sama Edgar
Me : Iya, kangen liat lucunya, si gendut n bau asemnya gw itu emang ngangenin :)
Her : Emang gitu yah kalo wanita bekerja, suka jadi kangen, anak juga ga ke jaga.
Me : heemmmhh.. engga juga, pulang kantor gw bisa maen sama dia, pas dikantor gw bisa liat foto2nya dia.
Her : Iya yah, Doain yen setiap malam, jangan lupa tumpangin tangan, gitu kata pendeta gw yang khotbah kemaren.
Me : Iya, thank ya sob udah ngingetin gw, gw doain setiap malem.
Her : Kalo lo brangkat kerja, lo bilang sama dia lo cari duit buat Edgar yah ?
Me : Engga sob, gw bilang " Edgar sayang, mama kerja dulu yah sayang, Edgar dirumah dulu sama kaka yang jaga, nanti kalo mama udah pulang kita maen lagi ya, Sayang. " Then he looks me like he knows what i mean inside. Gw ga mau boong ama anak gw sob :)
Her : wuahhh yen.. iya yah..


I'm a woman, i'm a daughter, i'm Andy's wife, I'm Edgar's Mom. I really love them much, with all my strength of love. Full Time Wife for my hero, Andy, and Full Time Mom for my little angel, Edgar.

The other side, i'm a banker, being working mom by my choices. I really exited when i juggling with my banking activity, even there is a time feeling so tired.

Belakangan ini gw diperhadapkan dengan orang-orang yang sedang merasa simpang siur, bimbang, atau merasa paling benar juga dengan statusnya IRT lah atau Working Mom lah. Honestly, gw paling sebel kalau ada yang ngerasa paling bener lah, baik itu jadi IRT atau Working Mom. Tapi, ya biasalah.. kalo ketemu orang-orang seperti itu, gw cuma menggerutu dalam hati aja, biasa.. males konflik kalau tak berbayar, hahahaha. (Konflik berbayar seru soalnya, forum Jakarta Lawyers Club misalnya, one of stupid dagelan thing, hehe).

Buat gw, IRT atau Working Mom itu adalah Choices, just simple like that. Semua pilihan punya plus dan minusnya masing-masing, san sebaiknya kita tidak membenarkan yang satu dan menganggap yang lain the worst. Penilaian yang sangat tidak fair. Gw udah bosen denger IRT yang menganggap dirinya parenting model yang sempurna didunia, sama dengan bosennya gw juga denger Working Mom yang menganggap dirinya paling 'maju' sedunia juga. Menurut gw tidak perlu diperbandingkan, tidak perlu dianggap yang satu lebih benar, yang lain tidak.

Analoginya itu ibarat kita mau makan menurut konsep 4 sehat 5 sempurna, trus milih makanan pendamping, ada susu, ada yogurt. Keduanya makanan pendamping yang sehat dan mengandung vitamin. Khasiatnya sama, tergantung pilihan kita. Ada kalanya kita pilih susu, atau kita pilih yogurt. Kalau pelengkapnya ga adalah, toh kita sudah makan yang 4 sehatnya. Ga ada statement susu lebih bagus dari yogur, atau yogurt lebih bagus dari susu. Keduanya sama, sama-sama turunan dairy food. Kenapa pusing.

Buat gw IRT adalah pilihan mulia, gw punya banyak contoh  wanita yang outstanding dalam hal ini, nyokap gw, dan masih banyak wanita lain yang gw kenal. Urusan rumah, bebersih, melayani suami, menjaga, mendidik, dan mengawasi anak, menyiapkan makanan, mengerjakan bisnis dari rumah, memonitor keuangan, dan banyak aktivitas IRT lainnya, rebess beress, ibarat kalo dikasih KPI, outstanding semua deh, hehehe.Salut. Buat gw, gw salut akan kemampuan mereka memenej rumah tangga, dan tetap mendevelop pengetahuan dan skills mereka, even dari rumah. Hebat kan?

Gw juga banyak melihat, Working Mom yang posisi di pekerjaannya udah tinggi, yang berhasil mendevelop ARTnya dengan penuh kesabaran sehingga bisa menjadi asisten yang handal di rumah. Mereka sanggup kasih ASI Ekslusif buat anak-anaknya, yang mana itu pasti punya kemampuan time management bagus. Mereka selalu maemanfaatkan waktu seoptimal mungkin di kantor untuk bekerja dan mengakselerasi karir, lalu pulang ke rumah untuk kembali menjadi Ibu yang terbaik buat anak-anaknya adan menjadi Istri buat suaminya.Mereka selalu update dengan parenting knowledge, dan selalu exiciting dengan perkembangan anaknya. Hebat juga kan ? KPI di kantor tercapai, dia juga menjadi ibu yang selalu baik buat anaknya.

Selain contoh di atas, ada juga IRT yang masih belajar untuk menjadi semakin hari semakin baik, masih belajar mengelola task di rumah, sambil belajar parenting, belajar menej duit, melayani suami, dll, namun nilai plusnya, ya masih mau belajar. Ada juga Working Mom yang masih melihat pola, mempelajari pattern yang ada, belajar fokus ke kerjaan ketika di kantor dan dan fokus urusan rumah(atau me-mix keduanya), masih medevelop ART-nya yang ganti-ganti, yang penting dia masih mau belajar. Lah yang repot itu kalo ketemu yang pake tools either IRT/ Working Mom, tapi ga mau belajar.

Mungkin gw, masih jauh dari outstanding atau istilah 'supermom', Whatever lah.. tapi gw sangat alergi dengan istilah-istilah super-superan  kaya gitu, selain bikin stress, nyiksa pula, hehehe. Tapi, gw ada di tahap belajar :D Berharap dan mengusahakan setiap waktu ada progressnya.

Yang ada di dalam benak gw sekarang ini ya gw menjalani peran gw sebagai Working Mom, gw berusaha ga sia-siakan waktu gw di kantor untuk belajar dan mengakselerasi karir gw, kan sayang kalo gw ada di kantor trus males2an and ga beerkembang, mending gw di ru mah aja nemenin Edgar. Selain itu  gw juga memenej waktu gw untuk menjadi Ibu yang terbaik buat Edgar, pagi sebelum ngantor selalu mandiin dia, ngontrol dia selagi gw masih di kantor, pulang kantor main dengan dia dan papanya, boboin Edgar dan bacain cerita buat dia waktu mo tidur,  setiap wiken pegang Edgar seharian, men-develop ART gw di rumah, biar makin canggih, tapi pastinya canggihan gw, hahaha(kalo canggihan dia ya suami gw yang bingung, mana istrinya mana ART-nya). Trik lainnya adalah pulang se-tenggo mungkin, kalo ga ada urusan lain lagi :D

Seperti Mother Teresa bilang,
Love begins at home, and it is not how much we do... but how much love we put in that action. Mother Teresa 


Yes, it's about how much love we put in our action in either being IRT or Working Mom. Kenapa kita musti ribut denga toolsnya(IRT/Working Mom). Pertanyaan yang harus kita evaluasi setiap waktu adalah 'Any LOVE within?'. And passion is one of LOVE part. 

Bicara tentang Passion, setiap orang punya passion. Passion yang ditaruhkan dari Dream yang ditanamkanNya dalam hati kita. Setiap orang memiliki kebutuhan untuk berkembang sesuai Passion-nya. Passion mampu menggerakkan seseorang utuk berkarya, bukan karena "apa2" melainkan karena "saya mau", sama seperti mencinta.


Gw, selalu bilang sama suami gw and Edgar, bahwa gw punya impian. Satu hal yang selalu gw syukuri adalah, gw selalu didukung. Suatu privilage yang ga semua wanita punya, yaitu dukungan dari pria-pria di belakang gw, ditambah juga dukungan dari keluarga besar gw. Honestly, gw sangat salut terhadap wanita yang even privilage aja ga punya, tapi dia tetap bisa reach her dream. Pasti effortnya sangat besar, nyembah deh gw :) 


Kedepannya, tools IRT dan Working Mom akan tetap menjadi pilihan saja. Yang terpenting adalah Happiness Inside. 


Tergantung Anda, pilihannya apa.

No comments:

Post a Comment