Finally, di sebuah Minggu yang pas setelah semua kesibukan dan keribetan yang ada, gw n ade gw bisa menyempatkan diri untuk nonton Testpack di sebuah bioskop daerah Daan Mogot.
Novel Testpack adalah sebuah karya dari penulis favorit gw, Ninit Yunita. Gw sangat suka dengan gaya penulisan novelnya, ceritanya, tokoh2nya, ke-sunda-annya, dan alur ceritanya.
Begitu tahu filmnya mau dibuat, gw follow terus perkembangannya dr twitter, sampai akhirnya happy banget filmnya jadi.
Hari ini nonton jadi berasa diingatkan komitmen pernikahan lagi. Statement yg paling gw suka dari film ini adalah :
apa adanya kamu itu sudah melengkapi saya, neng...
Plot filmnya dibuat seakan-akan gw belum baca novelnya, krn sepertinya penonton dibuat seperti jadi tidak bisa menebak alur ceritanya.
Tokoh Rahmat n Tata kuat banget chemistrynya, sehingga ga perlu banyak dialog untuk memperjelas karakternya, gimick2nya pas, engga berlebihan dan itu udh muncul jelas di awal. Tokoh Shinta juga diperjelas dengan pas oleh sorot matanya dan peran managernya.
Pasangan Jaja Miharja dan Meriam Belina juga bermain sangat lucu dan kocak sebagai pasien Rahmat. Demikian juga dengan Gading Martin, scenenya cukup dan pas.
Yang gw salut dari film ini adalah semua yg ditampilkan mampu merangkum part-part penting dari novelnya secara acak dan ngga ketebak. Misalnya di bagian akhir pas kedekatan Rahmat dan Shinta yang sama sekali di luar dugaan. Cara yang cerdas untuk ngajak pembaca novelnya keluar dr plot novel. Daannn masih banyak lagi scene lainnya.
Hal lain yang buat gw nganga adalah cara menampilkan scene klimaks n sedih banget dengan cara cantik, pake musik as backsound, pake gambar lambat, pake efek visual, ga pake banyak dialog atau amarah yg menggelegar2 gitu. Cerdas! Salut!
Yup novelnya apik, filmnya juga apik. Kalo pesan ceritanya ga usah ditanya, karena novel ini gw jadikan sebagai novel pre reading bagi siapapun pasangan yang mau menikah. Selain itu juga novel yang wajib lo baca kalo lg berantem sama suami/istri , hihihi.
Yang perlu di improve adalah di part dialog dengan bahasa sunda, huhuhu kurang sunda soalnya secara gw sunda pisan.
Salut sama semua pihak yang sudah menjaukan novel ini film.
No comments:
Post a Comment