Pages

Monday, March 25, 2013

lirih si tempat sampah

'PING'
'neng, ga jadi d benton, mat item aja ya'

short message sampai di bb-ku menjelang redup baterainya
beruntung saja masih ounya nyawa berbalas

'ok tehh'

sorot mata lelah, jenuh, kosong
tanda tak kuasa untuk bercerita ttg pria itu lagi untuk entah yang keberapa kalinya

bukan cerita bahagia pastinya

honestly, aku mau bak jadi tempat sampah saja

karena,

kau tak butuh saran atau komentar apapun,
cukup hanya duduk diam, disampingmu, dan dengan kerendahan hati turut merasakan sakitmu, marahmu, rasa cinta setengahmatimu, ketakberdayaanmu, ketakutan akan sendirimu, perasaan sebagai manusia terbodohmu, kenaifanmu, kebanggaanmu akan sesuatu yang kau sendiripun belum tau itu pantas dibanggakan atau tidak, bahkan rasa tidak relamu teranjur menyerahkan hal terbaik yg kau miliki bagi priamu yang entah sampai akan selesai kisahnya.

ceritalah sebanyak yang kau mau
berbagilah sepuas yang kau au tau
ekspresikanlah rasa itu sevariatif yang kau tauambil

aku, kamu, berdoa pada Tuhan yang memiliki ketakterbatasan absolut
untuk memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan sesuai kapasitasNya, keTuhanNya

bagiku yang penting jujur pada hatimu yang terdalam, tak perlu terkungkung dalam 'stupid fairy tale' yang dianggap 'benar' dan 'ideal' menurut orang lain.
 
hati mungkin berbi
ara berulang memberikan isyarat, hanya saja iya sangat halus dan sesungguhnyapribadi kita yang tertahu

sebagai penutup di pengalaman dan sepengetahuanku saat ini aku hanyaa berucap

"akan jauh lebih baik, jikalau hal terparah tentang ketidakcocokan hati dapat kita temui dan sadari sebelum menikah sehingga kita daat mengambil keputusan lainnya, daripada kita mengetahui dan menyadarinya sesudah menikah, yang meski juga ada alternatif perpisahan,efeknya akan merugikan lebih banyak pihak dan sepahitny adalah hati dan pribadi kita sendiri.

No comments:

Post a Comment