Pages

Wednesday, July 30, 2008

don't judge a book by it's cover


Kayanya aku baru dapat kesan yang mendalam deh tentang ungkapan itu. Tepatnya kemarin di bandara Ir. Juanda, Surabaya, setelah aku menyelesaikan tugas untuk men-training BAD BII. Setelah diantar oleh Mba Iie(Area Sales Manager BII) ke bandara aku lama menunggu di boarding room karena datang terlalu pagi. 'Biarlah waktu yang ada aku pakai untuk sarapan', pikirku.


Lama menunggu, aku jadi mulai berpikir tentang perjalanan-perjalananku ke luar kota Jakarta. Ada satu hal yang sekarang menjadi kebiasaan kalau aku melakukan perjalanan dinas. Sebetulnya disetiap perjalananku aku selalu berkenalan dan berinteraksi dengan baik dengan orang2 yang berada di sekitarku, dibilang tulus, aku juga tulus untuk memulai percakapan dengan mereka. Di setiap perjalanan, dengan alasan selalu sendiri untuk 'bussines travel', aku selalu berinteraksi dengan baik dengan orang2 baru yang ditemui. Mulai dari petugas bandara, penumpang pesawat yang sama-sama sedang menunggu di boarding room, pramugari n pramugara, penumpang pesawat yang duduk di sebelah kanan dan kiriku, penumpang pesawat yang kebetulan melihatku dan mengajakku tersenyum juga, driver taksi, driver kantor yang menjemputku dari bandara, petugas hotel, room boy, dll. Pokoknya aku selalu ingin ngobrol2 dengan orang-orang yang aku temui pada saat aku melakukan perjalanan dinas, karena tidak mau merasa kesepian berada di tempat baru.


Kembali lagi ke cerita di Bandara Juanda Surabaya, sambil menunggu, aku bergegas beli 1 buah 'rotiboy', yang memang aromanya sangat menggoda sekali. Tapi, ketika aku makan roti tersebut baru aku menyadari bahwa rotinya bukan roti yang baru dibuat hari itu. Dari rasanya bisa disimpulkan bahwa rotinya hanya dipanggang ulang saja. Huhh.. Setelah rotinya habis, aku membeli 1 buah 'Teh Botol Kotak', dan.. Damn!! harganya 8000-an.. parah banget sih, trus 'Nu Green Tea' botol aja 12.000, parah!!!


Lupakan soal harga-harga tidak berperikemanusiaan itu! Setelah selesai minum, bergegas aku berjalan ke arah pintu boarding room, tapi ternyata label 'Closed' masih terpampang di situ. Aku memutuskan duduk dekat pintu boarding room, di sebelah kananku ada seorang ibu dengan tubuh agak berisi, kulit putih, wajahnya menandakan dia keturunan 'chinese'. Dia bertanya tujuanku mau kemana, aku jelaskan bahwa aku mau ke Jakarta. Kemudian dia menanyakan jam berapa aku berangkat ke Jakarta, dan aku jawab jam 13.00 tepat aku berangkat, pesawatku tidak di delay.


Otakku berputar untuk menjalankan bisnis sampinganku yang sekarang sedang digeluti. Di dalam bisnis ini, aku membutuhkan relasi yang cukup banyak, sehingga di setiap perjalanan aku tidak ingin hanya berkenalan seperti biasanya, tapi kualitas relasinya harus ditingkatkan. Menurutku ngobrol2 selama 1 - 2 jam dengan orang baru tentunya bisa mendapatkan informasi yang banyak. Minimal aku mengetahui pekerjaannya, keluarganya, bisnisnya, dan biasanya aku selalu meminta kartu namanya. Nah, dengan motivasi seperti itu aku balik bertanya pada ibu tadi, dia hendak terbang kemana, dan dengan tidak percaya, aku mendengar dia menjawab kan pergi ke Surabaya. Kemudian, untuk memastikan lagi aku bertanya lagi, tujuan keberangkatannya kemana, dan dengan tegas juga dia menjawab, dia akan berangkat ke Surabaya. Dengan wajah bingung aku terdiam. buyar semua keinginanku untuk berinteraksi lebih lanjut dengan dia. Lalu, aku memperhatikan dia, memandang wajahnya, semuanya tampak baik2 saja. Semuanya tampak normal juga.


Dan lucunya, aku jadi koreksi diri, sebenarnya aku berada dimana, tugasku ini di daerah mana. Aku pastikan lagi dengan melihat jadwal tugasku di tanggal tersebut. Hasilnya adalah aku bertugas di Surabaya. Hihihi.. Sempat berpikir tentang hubungan antara kelelahan tugas ke luar kota dengan amnesia..parah.. Setelah dipastikan bahwa ternyata aku yang benar, dengan langkah pelan aku pergi dari kursi itu,, dan dari jauh aku perhatikan ibu tadi tetap asyik bercerita dengan setiap orang yang dia temui.. jadi ngeri..

2 comments:

  1. That's mean, you still judge a book by it's cover.
    Maksudnya lo mau bilang kalo ibu itu mengalami 'gangguan' kan? Entah itu gila, amnesia, cacat otak, deelel sejenisnya.
    Padahal, kalo ditelusuri lebih lanjut...mungkin aja kalo pas itu lo nanya ulang "Tapi Bu, ini kan kita di Surabaya?", si Ibu bisa aja menjawab "Iya mbak. Saya baru aja nyampe tadi dari Jakarta. Saya memang mau ke surabaya. Ni sedang menunggu suami saya di toilet. Habis ini kita mau cari taksi buat ke hotel di surabaya".
    Ever think bout that?

    ReplyDelete
  2. hahahhaha... iya bener upi... aneh si cantiq ini... hihihihihi...



    Andy

    ReplyDelete