FYI, JAWARA : JAga WArung keluaRgA
Suatu sore yang cerah, seorang gadis kira-kira berumur 22 tahun sedang bertugas untuk menjaga warungnya. Seperti biasa sebenarnya itu bukan pekerjaan rutinnya. Hanya menggantikan sang adik saja yang sedang ada urusan sebentar. Karena tidak terbiasa menjaga warung maka untuk mengisi waktu yang sedikit membosankan itu telepon di warung menjadi sasarannya. Online sepanjang menjaga warung tentunya mengasyikkan..hehe...(Sebenarnya sulit dibedakan, apakah sang gadis ini menjaga warung sambil online, atau online sambil menjaga warung, soalnya ratio antara melayani pembeli dengan online nyaris 10 : 90,huahaha. Akibatnya semakin sering sang gadis diberi mandat untuk menjaga warung, semakin mahal pula tagihan telepon bulanan. Heemmm korelasi yang bagus juga untuk masukan bagi para orangtua menugaskan putrinya yang berpredikat 'miss ring-ring' untuk menjaga warung, hehehe..)
Lama setelah online dan kehabisan kata-kata, si gadis mengakhiri pembicaraan telepon tadi. Sambil meneruskan menjaga warung, dia sibuk memikirkan siapa lagi teman pria(huahaha) yang akan dia telepon. Tiba-tiba telepon berdering, dengan yakin si gadis berpikir bahwa yang menelepon adalah teman prianya. dalam waktu yang bersamaan ada seorang pria ganteng yang datang membeli ke warung itu. Keinginan untuk mengangkat telepon bergelut dengan kewajibannya untuk melayani pembeli yang notabene ganteng tadi.
Kebodohan pun terjadi :
(kring....kring....kring...kring..., suara telepon berbunyi)
Si Gadis : (sambil menghampiri si pembeli yang ganteng tadi dengan keinginan tinggi untuk mengangkat telepon dari temannya) ..EMM .. HALLO ???
( Y A K S !!!!! sambil mengutuki diri masuk ke dalam perut bumi, berharap tidak menyembul lagi ke permukaan bumi, si gadis menyesal mengapa saat ini keluar respon alam bawah sadarnya. Respon otak sadar kemanakah dirimu?, sahutnya dalam hati..)
(kring...kring...kring..., suara telepon masih bertahan untuk berbunyi)
Si Pembeli Ganteng : (sambil lama memandang si gadis, dengan muka kebingungan, meskipun dengan wajah kebingungan itu dia merasa bahwa wajahnya tetap ganteng mempesona si gadis penjaga warung...wooiii.. pe-de banget sih looo!!).. Mba, ANGKAT DULU AJA TELEPONNYA.. NGGA APA-APA KOQ..(wuihh.. kayanya si gadis penjaga warung ini akan semakin terpesona sama keseimbangan inner&outer handsome-ku..cuihhhh..)
(kring...kring...kring..., suara telepon masih bertahan untuk berbunyi, koq ga diangkat-angkat seeh..)
Si Gadis : (duhh..siapa sih yang nelepon gw, trus kenapa kebodohan itu harus dipertontonkan di depan pria ganteng ini).. EMM GAPAPA KOQ, NANTI AJA DIANGKATNYA, BELI APA MAS ?? (sambil berharap percakapan berikutnya terhindar dari respon-respon alam bawah sadar tadi..hufhh)
(kring...kring...kring..., suara telepon BERHENTI)
ini cerita mustinya masih bersambung nih...habis perasaan kagak ada intinya! Sbnrnya lu mau cerita cowok ganteng, telpon yg tiba2 brenti, ato apaan sih? Pokoknya awassss lu Yen kalo ga dibikin sambungannya!!!
ReplyDeletedisitulah nilai seninya pi... setiap orang boleh menyimpulkan apapun..huehehe..
ReplyDeleteNyeni...nyeni...Sok nyeni kali! ;p
ReplyDelete