Pages

Monday, July 11, 2016

Jejak Sabtu Bersama Bapak



“Membangun sebuah hubungan itu, butuh dua orang yang solid.Yang sama-sama kuat.Bukan yang saling ngisi kelemahan. Karena untuk menjadi kuat, adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain. 

AdhityaMulya – SabtuBersamaBapak


Quote di atas begitu kuat tertancap, membangunkan. Scene mengenai dialog tersebut masih jelas terbayang setelah menonton Sabtu Bersama Bapak, hari ini. Ekpektasi saya sejujurnya “agak” tinggi terhadap film yang di adaptasi dari salah satu novel terlaris ini. Kenapa ekspektasinya tinggi ? Karena sebelumnya saya pernah menonton film Test Pack yang tersaj apik, hasil kerja dari salah satunya Adhitya Mulya juga. Ekpektasi saya filmnya akan sarat makna, tidak berlebihan dialog, dan banyak concern dengan detil yang sangat membantu agar pesan film tersampaikan dengan baik.

Bagi saya sebagai penikmat film, P.K. adalah sebuah karya yang apik dan membekas.Scene writernya banyak, terjahit rapih, dan setiap scenenya itu terjalin dengan elok sampa filmnya selesai, dan saya jatuh cinta. Nah, P.K. versi Indonesia saat ini, buat saya adalah Sabtu bersama Bapak! Serius!

Dari awal sampai akhir, film ini tersaji manis, alur yang maju atau mundur, namun tidak mengganggu, jauh dari membosankan. Potongan masing-masing scene-nya tersaji pas, tidak tertebak.Kadang saya nangis sejadi-jadinya, kadang saya tertawa sampai saki tperut. Alurnya pas, naik turun kaya roler coaster. Saya jadi sayang banget sama Saka dengan segala kegaringan dan nerd-nyadia, yap...sayasuka Saka. Sosok Satya dimainkan kuat oleh Arifin Putra sempat membuat saya merasa sang Bapak terlalu keras dan no toleransi sama kelemahan, sampai tiba di suatu scene yang menjawab semuanya. Sosok Ibu yang luar biasa diperankan dengan matang oleh Ira Wibowo. Jujur peran ini mengingatkan saya sama Teh Ninit( read : nepotisme, wkwkwk). Pemain lainnya berkarakter pas, sehingga di akhir cerita pesan yang mungkin didoakan penulisnya sampai ke penonton bisa tertangkap dengan baik. Hemhh, sayacinta film ini, huhuhu.

Mengenai values dari film ini, ga usah ditanya, udah di tonton aja. Novelnya aja udah banyak mengandung quote. Semua punya maknadan pas.Mmm, jauh dari kesan menggurui, dan berguna banget.Terutama quote yang saya sampaikan diawal tadi. Menampar banget.Mengobrak-abrik prinsip yang saya anut untuk pembiaran terhadap keengganan menjadi pribadi yang lebih baik bagi pasangan.Message dari film ini SUKSES tersampaikan dengan lugas kepada penontonnya.Tanpa tedeng aling-aling.

Sekarang membahas part yang paling saya suka.

1.     Sepatu! (makanya tonton aja! Ini yang saya bilang seperti film P.K. nya Indonesia)
2.     Semua scene yang diperankan Saka. Sukses membuat saya seuseurian ga jelas karena saya nonton sendiri. Siga nugelo.

Ini film wajib ditonton oleh :
1.       Jombloers yang mau cari jodoh
2.       Pasangan yang baik2 aja
3.       Pasangan yang butuh refreshment dalam hubungan (wkwkwk)
4.       Pasangan yang lagi konflik
5.       Pasangan yang butuh referensi ttg prinsip berpasangan (lieur pan, sudahlah)
6.       Yang tidak termasuk di 5 kategori di atas, hahaha

Kang Adhit, terimakasih buat karyanya yang begitu berkesan ini. Alde dan Arza pasti bangga.

No comments:

Post a Comment