Pages

Monday, June 06, 2016

Sang “Menteri Keuangan” dan Reksadana



sumber gambar : http://www.pgmcmahon.com

“Menteri Keuangan” merupakan peran yang biasanya secara otomatis melekat pada wanita berumah tangga. Memutuskan untuk menikah membuat wanita Indonesia mendapatkan beberapa peran sekaligus, sebagai istri,ibu, termasuk menjadi “Menteri Keuangan” skala rumahan. Teori perencanaan keuangan sangat banyak dan benang merahnya sudah jelas. Namun seorang financial planner menyampaikan, “Financial should be practical”, itu memang benar adanya.



Berawal dari mimpi, lalu petakan!
Semua orang punya mimpi. Sesuatu yang membuat kita bergairah untuk mencapainya. Sesuatu yang menggerakan kita untuk bertindak. Mimpi tidak pernah salah dan kendali untuk mencapai mimpi itu ada di tangan kita. Menurut “Law of Attraction”, apa yang kita impikan dan doakan dengan penuh ikhtiar, semesta akan membantu mewujudkannya.


Petakanlah mimpi yang abstrak menjadi sesuatu yang lebih konkret. Menuliskan impian dan memetakannya bagi seorang Ibu haruslah sederhana,mudah, jadi ditulis tangan pun tidak masalah. Cara pencatatan di bawah ini bisa menjadi inspirasi.


Gaya hidup
Saya menginginkan gaya hidup yang sederhana, tidak terlalu berubah seiring dengan peningkatan pendapatan. Fokus saya adalah gaya hidup sehat, sehingga untuk makanan sehat dan olahraga saya alokasikan 3 juta setiap bulannya.
Rumah
Saya ingin rumah cluster yang dekat dengan fasilitas sekolah, olahraga, pasar, dan keamanannya terjaga. Alokasi dananya 500 juta.
Rumah impian berikutnya lebih besar, berkonsep tropis dan ramah lingkungan. Terletak di cluster dengan fasilitas pendukung yang lengkap. Saya ingin rumah ini ditangani oleh arsitek dan interior design yang baik. Alokasi dananya 2 milyar.
Kendaraan
Kendaraan family car dengan budget 250 juta sudah cukup. Saya ingin anak-anak saya terbiasa hidup sederhana dengan fasilitas umum.
Pendidikan
SD, SMP, SMA di sekolah swasta Kristen. Saya akan menyiapkan dana untuk perkuliahan mereka di luar negeri
Investasi
Investasi properti di pinggir sebuah danau,dekat dengan alam. Alokasi 1 milyar
Liburan
Liburan 2 kali dalam 1 tahun. Alokasi 60 juta



Kesimpulan dari contoh ini adalah :

1.       Gaya hidup         = biaya operasional + 3 juta

2.       Rumah                 = Rumah pertama : 500 juta

                                     Rumah kedua     : 2 milyar

3.       Kendaraan         = 250 juta

4.       Pendidikan         = TK : 40juta (2 tahun)

                                    SD : 90 juta(6 tahun)

                                    SMP : 70 juta (3 tahun)

                                    SMA : 80 juta (3 tahun)

                                    Kuliah : 1 milyar (4 tahun)

5.       Investasi              = Property (1 milyar)

6.       Liburan                = 60 juta/tahun



Total kebutuhan keuangan untuk semua impian itu sekurangnya 6 milyar. Angka realita yang harus dipenuhi, dari sekedar angan-angan belaka.



Tentukan prioritas utama!
Melihat angka total yang begitu besar (bagi sebagian orang), tidak perlu patah semangat. IT’S IMPOSIBLE!  Sekejap kata yang terlintas di benak kita. Langsung tutup buku deh, engga akan mimpi-mimpi lagi, kapok!


Respon seperti itu lumrah terjadi, apalagi kita baru pertama kali merinci berapa sebetulnya angka real dari mimpi-mimpi kita.Tapi, coba kalau diurutkan prioritasnya. Dalam 5 tahun ke depan fokus di kebutuhan pendidikan TK dan SD ditahun pertama dahulu, berbarengan dengan kebutuhan rumah pertama. Sehingga kebutuhannya di 5 tahun pertama menjadi sekitar 570 juta. Angka yang menantang, namun mindset kita dapat lebih mudah menerima. Berikutnya, seiring dengan peningkatan pendapatan keluarga, kita dapat melaju ke prioritas ke-2, ke-3, dst.



Investasi di Reksadana, kenapa tidak ?
“Banyak jalan menuju Roma”. Begitupun dengan cara mencapai tujuan keuangan kita. Ada berbagai macam. Dalam hal ini yang akan kita bahas adalah instrumen investasi yang ada di financial institution, bisa di bank, perusahaan asuransi, ataupun sekuritas.


High risk, high return”, merupakan prinsip yang sangat dikenal dalam berinvestasi. Analoginya, membandingkan nilai 25 juta yang diinvestasikan di tabungan dan saham. Hasil pengembangan di tabungan selama 1 tahun akan menjadi sekitar 26 juta gross. Namun 25 juta di saham selama  3 bulan mungkin menjadi 28 juta, atau menjadi 19 juta tergantung pergerakan dari harga sahamnya. Kenapa seperti itu ? Setiap instrumen investasi punya risiko dan pengembaliannya masing-masing. Kalau begitu, apakah instrumen yang paling tepat dan aman adalah tabungan ? Belum tentu juga. Apakah dengan pengembalian sekitar 2% – 3% mampu mencapai tujuan keuangan yang kita harapkan? Karena seperti kita ketahui ada inflasi yang harus kita antisipasi setiap tahunnya. Kenaikan inflasi seperti inilah yang tidak bisa diantisipasi oleh produkinvestasi yang terkesan “aman”.


Simulasi perhitungan instrumen investasi disadur dari berbagai sumber :

Investasi
Setoran per bulan
Tenor
Imbalhasil
Hasilinvestasi
Tabungan
1.000.000
15
3%
226.972.690
Deposito
1.000.000
15
6%
290.427.650
ReksadanaCampuran
1.000.000
15
12%
499.580.198
ReksadanaSaham
1.000.000
15
18%
905.624.513

Investasi emas, total pengembaliannya sekitar 190% selama 10 tahun terakhir. Saham Astra  Internasional, total pengembaliannya mencapai  512% dilihat dari data 10 tahun terakhir.


Investasi saham ini memang bisa dijadikan alternatif untuk memperoleh pengembalian yang menarik, terutama untuk tujuan investasi jangka panjang. Dana Pendidikan SMP, SMA, kuliah, dan investasi bisa dicapai menggunakan instrument saham. Tantangannya tidak semua Ibu punya cukup dana, waktu, dan pengetahuan untuk bisa berinvestasi di saham.


Bagaimana dengan Reksadana? Ya, produk ini sangat membantu. Dikelola oleh manager investasi yang memiliki waktu dan pengetahuan yang mumpuni. Keterbatasan jumlah dana  investasi kita, tidak menutup kemungkinan untuk mendapat pengembalian seperti kita bermain saham. Mengikuti reksadana bisa dimulai dengan nominal mulai dari 200 ribu/bulan. Investasi reksadana berkala juga bisa mengurangi risiko kerugian. Berdasarkan tabel simulasi di atas, dengan berinvestasi 1 juta per bulan, selama 10 tahun berpeluang untuk mencapai sekitar 900 juta.Tinggal dimultiplikasikan sesuai dengan tujuan keuangan kita. Bukan suatu kebetulan bertemu dengan laman website “Danareksa Management Invetasi”. Informasi mengenai investasi dan instrument-nya sangatlah memadai, ditambah tabel simulasi sebagai acuan.


Bagaimana jika kita tidak ingin seluruh dana dialokasikan ke saham ? Alternatif produk reksadana campuranlah jawabannya, dimana alokasinya kombinasi antara deposito, pasar uang, dan saham. Selain itu nilai investasi kita bisa dipantau setiap hari secara online. Bagaimana kalau kita punya preferensi investasi hanya di produk syariah saja ? Reksadana baik campuran dan saham jenis syariah pun tersedia.



Jadi, Berinvestasi dengan Reksadana? Kenapa tidak ?


----------------------------------------------------------------------------------------------

"Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog Blogger Writting Competition - Investasiku Masa Depanku bersana ReksaDana Danareksa. Isi dan tulisan dari artikel/blog post ini diluar tanggung jawab Danareksa Investment Management"

No comments:

Post a Comment