![]() |
| sumber gambar : http://www.pgmcmahon.com |
“Menteri Keuangan” merupakan peran yang
biasanya secara otomatis melekat pada wanita berumah tangga. Memutuskan untuk menikah membuat wanita Indonesia mendapatkan beberapa peran sekaligus,
sebagai istri,ibu, termasuk menjadi “Menteri Keuangan” skala rumahan. Teori perencanaan keuangan sangat banyak dan benang merahnya sudah jelas. Namun seorang financial planner menyampaikan, “Financial
should be practical”, itu memang benar adanya.
Berawal dari mimpi, lalu petakan!
Semua orang punya mimpi. Sesuatu yang membuat kita bergairah untuk mencapainya. Sesuatu yang menggerakan kita untuk bertindak. Mimpi tidak pernah salah dan kendali untuk mencapai mimpi itu ada di tangan kita. Menurut “Law of Attraction”, apa yang kita impikan dan doakan dengan penuh ikhtiar, semesta akan membantu mewujudkannya.
Semua orang punya mimpi. Sesuatu yang membuat kita bergairah untuk mencapainya. Sesuatu yang menggerakan kita untuk bertindak. Mimpi tidak pernah salah dan kendali untuk mencapai mimpi itu ada di tangan kita. Menurut “Law of Attraction”, apa yang kita impikan dan doakan dengan penuh ikhtiar, semesta akan membantu mewujudkannya.
Petakanlah mimpi yang abstrak menjadi sesuatu yang lebih konkret. Menuliskan impian dan memetakannya bagi seorang Ibu haruslah sederhana,mudah,
jadi ditulis tangan pun tidak masalah. Cara pencatatan di
bawah ini bisa menjadi inspirasi.
Gaya hidup
|
Saya menginginkan gaya hidup yang sederhana, tidak terlalu berubah seiring dengan peningkatan pendapatan. Fokus saya adalah gaya hidup sehat,
sehingga untuk makanan sehat dan olahraga saya alokasikan 3 juta setiap bulannya.
|
Rumah
|
Saya ingin rumah cluster yang dekat dengan fasilitas sekolah, olahraga, pasar,
dan keamanannya terjaga. Alokasi dananya 500 juta.
Rumah impian berikutnya lebih besar, berkonsep tropis dan ramah lingkungan.
Terletak di cluster dengan fasilitas pendukung yang lengkap.
Saya ingin rumah ini ditangani oleh arsitek dan interior design yang baik. Alokasi dananya
2 milyar.
|
Kendaraan
|
Kendaraan family car dengan budget
250 juta sudah cukup. Saya ingin anak-anak saya terbiasa hidup sederhana dengan fasilitas umum.
|
Pendidikan
|
SD, SMP, SMA di sekolah swasta Kristen.
Saya akan menyiapkan dana untuk perkuliahan mereka di luar negeri
|
Investasi
|
Investasi properti di
pinggir sebuah danau,dekat dengan alam. Alokasi 1 milyar
|
Liburan
|
Liburan 2 kali dalam 1 tahun. Alokasi
60 juta
|
Kesimpulan dari contoh ini adalah :
1.
Gaya hidup =
biaya operasional + 3 juta
2.
Rumah =
Rumah pertama : 500 juta
Rumah kedua : 2 milyar
3.
Kendaraan =
250 juta
4.
Pendidikan =
TK : 40juta (2 tahun)
SD
: 90 juta(6 tahun)
SMP
: 70 juta (3 tahun)
SMA
: 80 juta (3 tahun)
Kuliah
: 1 milyar (4 tahun)
5.
Investasi =
Property (1 milyar)
6.
Liburan = 60 juta/tahun
Total kebutuhan keuangan untuk semua impian itu sekurangnya
6 milyar. Angka realita yang harus dipenuhi, dari sekedar angan-angan belaka.
Tentukan prioritas utama!
Melihat angka total yang begitu besar (bagi sebagian orang), tidak perlu patah semangat. IT’S IMPOSIBLE! Sekejap kata yang terlintas di benak kita. Langsung tutup buku deh, engga akan mimpi-mimpi lagi, kapok!
Melihat angka total yang begitu besar (bagi sebagian orang), tidak perlu patah semangat. IT’S IMPOSIBLE! Sekejap kata yang terlintas di benak kita. Langsung tutup buku deh, engga akan mimpi-mimpi lagi, kapok!
Respon seperti itu lumrah terjadi,
apalagi kita baru pertama kali merinci berapa sebetulnya angka real dari mimpi-mimpi kita.Tapi, coba kalau diurutkan prioritasnya. Dalam
5 tahun ke depan fokus di kebutuhan pendidikan TK dan SD ditahun pertama dahulu, berbarengan dengan kebutuhan rumah pertama.
Sehingga kebutuhannya di 5 tahun pertama menjadi sekitar 570 juta. Angka yang
menantang, namun mindset kita dapat lebih mudah menerima. Berikutnya,
seiring dengan peningkatan pendapatan keluarga, kita dapat melaju ke prioritas ke-2,
ke-3, dst.
Investasi di Reksadana, kenapa tidak ?
“Banyak jalan menuju Roma”. Begitupun dengan cara mencapai tujuan keuangan kita. Ada berbagai macam. Dalam hal ini yang akan kita bahas adalah instrumen investasi yang ada di financial institution, bisa di bank, perusahaan asuransi, ataupun sekuritas.
“Banyak jalan menuju Roma”. Begitupun dengan cara mencapai tujuan keuangan kita. Ada berbagai macam. Dalam hal ini yang akan kita bahas adalah instrumen investasi yang ada di financial institution, bisa di bank, perusahaan asuransi, ataupun sekuritas.
“High risk, high return”,
merupakan prinsip yang sangat dikenal dalam berinvestasi. Analoginya, membandingkan nilai
25 juta yang diinvestasikan di tabungan dan saham. Hasil pengembangan di tabungan selama
1 tahun akan menjadi sekitar 26 juta gross.
Namun 25 juta di saham selama 3
bulan mungkin menjadi 28 juta, atau menjadi 19 juta tergantung pergerakan dari harga sahamnya.
Kenapa seperti itu ? Setiap instrumen investasi punya risiko dan pengembaliannya masing-masing. Kalau begitu, apakah instrumen
yang paling tepat dan aman adalah tabungan ? Belum tentu juga. Apakah dengan pengembalian sekitar
2% – 3% mampu mencapai tujuan keuangan yang
kita harapkan? Karena seperti kita ketahui ada inflasi yang harus kita antisipasi setiap tahunnya. Kenaikan inflasi seperti inilah
yang tidak bisa diantisipasi oleh produkinvestasi yang terkesan “aman”.
Simulasi perhitungan instrumen investasi disadur dari berbagai sumber
:
Investasi
|
Setoran per bulan
|
Tenor
|
Imbalhasil
|
Hasilinvestasi
|
Tabungan
|
1.000.000
|
15
|
3%
|
226.972.690
|
Deposito
|
1.000.000
|
15
|
6%
|
290.427.650
|
ReksadanaCampuran
|
1.000.000
|
15
|
12%
|
499.580.198
|
ReksadanaSaham
|
1.000.000
|
15
|
18%
|
905.624.513
|
Investasi emas, total
pengembaliannya sekitar 190% selama 10 tahun terakhir. Saham Astra Internasional, total pengembaliannya mencapai 512% dilihat dari data 10 tahun terakhir.
Investasi saham ini memang bisa dijadikan alternatif untuk memperoleh pengembalian
yang menarik, terutama untuk tujuan investasi jangka panjang. Dana Pendidikan SMP,
SMA, kuliah, dan investasi bisa dicapai menggunakan instrument saham. Tantangannya tidak semua Ibu punya cukup dana,
waktu, dan pengetahuan untuk bisa berinvestasi di saham.
Bagaimana dengan Reksadana? Ya,
produk ini sangat membantu. Dikelola oleh manager investasi yang memiliki waktu dan pengetahuan
yang mumpuni. Keterbatasan jumlah dana investasi kita, tidak menutup kemungkinan untuk mendapat pengembalian seperti kita bermain saham. Mengikuti reksadana bisa dimulai dengan
nominal mulai dari 200 ribu/bulan. Investasi reksadana berkala juga bisa mengurangi risiko kerugian. Berdasarkan tabel simulasi di atas,
dengan berinvestasi 1 juta per bulan, selama 10
tahun berpeluang untuk mencapai sekitar 900
juta.Tinggal dimultiplikasikan sesuai dengan tujuan keuangan kita. Bukan suatu kebetulan bertemu dengan laman
website “Danareksa Management Invetasi”. Informasi mengenai investasi dan
instrument-nya sangatlah memadai,
ditambah tabel simulasi sebagai acuan.
Bagaimana jika kita tidak ingin seluruh dana dialokasikan ke saham
? Alternatif produk reksadana campuranlah jawabannya, dimana alokasinya kombinasi antara deposito,
pasar uang, dan saham. Selain itu nilai investasi kita bisa dipantau setiap hari secara online. Bagaimana kalau kita punya preferensi investasi hanya
di produk syariah saja ? Reksadana baik campuran dan saham jenis syariah pun tersedia.
Jadi,
Berinvestasi dengan Reksadana? Kenapa tidak ?
----------------------------------------------------------------------------------------------
"Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog Blogger Writting Competition - Investasiku Masa Depanku bersana ReksaDana Danareksa. Isi dan tulisan dari artikel/blog post ini diluar tanggung jawab Danareksa Investment Management"
"Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog Blogger Writting Competition - Investasiku Masa Depanku bersana ReksaDana Danareksa. Isi dan tulisan dari artikel/blog post ini diluar tanggung jawab Danareksa Investment Management"

No comments:
Post a Comment